Cari Artikel di Blog Ini
Senin, 05 Juni 2017
Meniti tangga cita-cita
Sejak kecil kita terbiasa diminta untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Itu sebuah upaya melatih optimisme yang sangat baik menurut saya. Sayapun mengalaminya.
Tidak cuma didorong untuk menggantungkan cita-cita lebih tinggi dari plafon rumah, bahkan seringkali saya diberi beban untuk berkompetisi habis-habisan. Tidak boleh kalah dari orang lain. Harus dapat ranking, harus ini dan harus itu. Benar-benar mengasah jiwa kompetitif sampai titik maksimal. Saya terbentuk menjadi pribadi yang terobsesi dengan kompetisi.
Setelah saya beranjak dewasa saya baru menyadari, menggantungkan cita setinggi langit ternyata harus diimbangi dengan jiwa yang tawadhu'. Yang terbatasi oleh Zat Yang Menciptakan Langit. Yang kekuatan dan kekuasaanNya jauh lebih tinggi dari langit yang kasat mata. Agar jiwa tak mudah rapuh dan hancur kala impian kita belum bertemu jalan dengan takdirNya. Karena sekuat apapun ikhtiar manusia hanya mampu menembus 99% saja dari proses pencapaian cita-cita. Satu persen tersisa lah yang menentukan segalanya, itulah takdir Yang Maha Kuasa.
#NulisRandom2017
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar